Bertepuk Tangan???
"Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan." (Al-Anfal: 35).
Para ulama berkata, "Al-muka" mengandungi pengertian bersiul, sedangkan "at-tashdiyah" mengandungi pengertian bertepuk tangan. Ada
pun perbuatan yang disunnahkan bagi kaum muslimin adalah jika mereka
melihat atau mendengar sesuatu yang membuat mereka takjub, hendaklah
mereka mengucapkan subhanallah atau Allahu akbar sebagaimana yang
disebutkan dalam hadits-hadits shahih dari Nabi صلی الله عليه وسلم.Bertepuk tangan hanya disyariatkan khusus bagi kaum wanita ketika mendapatkan seorang imam melakukan suatu kesalahan di dalam solat saat mereka melaksanakan solat berjamaah bersama kaum lelaki, maka kaum wanita disyariatkan untuk mengingatkan kesalahan imam dengan cara bertepuk tangan, sedangkan kaum lelaki memperingatkannya dengan cara bertasbih (mengucap kata subhanallah) sebagaimana yang disebutkan dalam hadits dari Nabi صلی الله عليه وسلم.
Maka jelaslah bahawa bertepuk tangan bagi kaum lelaki merupakan penyerupaan terhadap perbuatan orang-orang kafir dan perbuatan wanita, sehingga bertepuk tangan dalam suatu pesta -baik kaum lelaki maupun wanita- adalah dilarang menurut syariat.
Semoga Allah memberi petunjuk.
Rujukan:
Fatawa Mu'ashirah, hal. 67, Syaikh Ibn Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.
"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar