Jalan menuju
surga memang dipenuhi duri. Akan tetapi sesungguhnya ada banyak amalan-amalan
yang mudah dilakukan namun Allah membalasnya dengan ganjaran yang sangat besar.
Berikut ini disajikan beberapa amalan yang insya Allah ringan diamalkan namun
bisa membawa pelakunya ke surga.
1. Berdzikir Kepada Allah
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada dua kalimat yang ringan bagi lisan, berat dalam mizan (timbangan amal) dan dicintai ar-Rahmaan: ‘Subhanallahu wa bihamdih’ (Maha Suci Allah dan dengan pujian-Nya kami memuji) ‘Subhanallah al-Azhiim’ (Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Agung).” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ عَمَلًا أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ
اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ
“Tidaklah seorang manusia
mengamalkan satu amalan yang dapat menyelamatkannya dari adzab Allah melainkan dzikir kepada Allah.” (HR ath-Thabrani dengan sanad yang
hasan dan al-Allamah Ibnu Baz menjadikannya hujjah dalam kitab Tuhfah
al-Akhyaar)
2.
Meridhai Allah, Islam dan Rasulullah
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَقُولُ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ
يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا
وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا إِلَّا كَانَ حَقًّا
عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah seorang hamba muslim
mengucapkan pada saat dia memasuki waktu pagi dan memasuki waktu petang: ‘radhiitu billahi rabba, wa bil islaami diina wa bi
muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam nabiya (aku ridha Allah sebagai Rabb-ku,
Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi-ku)’ sebanyak tiga kali,
melainkan merupakan hak bagi Allah untuk meridhainya pada hari kiamat kelak.” (HR Ahmad dan dihasankan oleh al-Allamah Ibnu Baz dalam kitab
Tuhfah al-Akhyaar)
3.
Menuntut Ilmu Syar’i
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
salam bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ
اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa menempuh suatu jalan
untuk mencari
ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya
jalan menuju surga.” (HR Muslim no 2699)
4.
Menahan Marah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
salam bersabda,
مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ يَسْتَطِيعُ عَلَى أَنْ
يُنَفِّذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ
حَتَّى يُخَيِّرَهُ فِي اَيِّ الْحُورِ شَاءَ
“Barangsiapa yang menahan amarahnya
padahal dia mampu untuk melampiaskannya, niscaya Allah akan memanggilnya pada
hari kiamat di hadapan para makhluk sampai Allah memilihkan untuknya
bidadari-bidadari yang dia suka.”
(Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi dan disepakati oleh Syaikh al-Albani)
5.
Membaca Ayat Kursi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
salam bersabda,
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ لَمْ
يَمْنَعُهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةَ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ
“Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi
setiap selesai shalat, maka tidak ada yang dapat menghalanginya untuk masuk
surga kecuali jika dia mati.”
(HR an-Nasaa’i dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Maksudnya adalah jika dia mati, dia
akan masuk surga dengan rahmat dan karunia Allah ‘Azza wa Jalla.
6.
Menyingkirkan Gangguan di Jalan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
salam bersabda,
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلاً يَتَقَلَّبُ فِي الجَنَّةِ فِي
شَجَرَةٍ قَطَعَهاَ مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
“Sungguh aku telah melihat seorang
lelaki mondar-mandir di dalam surga dikarenakan sebuah pohon yang dia tebang
dari tengah jalan yang selalu mengganggu manusia” (HR. Muslim)
7.
Membela Kehormatan Saudaranya di Saat Ketidakhadirannya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
salam bersabda,
مَنْ رَدَّ عَن عِرْضِ أَخِيهِ رَدَّ اللهُ عَن وَجْهِهِ
النَّارَ يَوْمَ القِيَامَةِ
“Barangsiapa membela harga diri
saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan memalingkan wajahnya dari api
neraka.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi
dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
8.
Menjauhi Debat Kusir Walaupun Benar
Sabda Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa salam,
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ
الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ
الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ
حَسَّنَ خُلُقَهُ
“Aku akan menjamin sebuah rumah di
dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak
yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang
meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin
sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR Abu Dawud dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani)
9.
Berwudhu’ Lalu Shalat Dua Raka’at
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
salam bersabda,”Tidaklah seorang muslim berwudhu’ lalu dia baguskan
wudhu’nya, kemudian dia berdiri shalat dua raka’at dengan menghadapkan hatinya
dan wajahnya pada kedua raka’at itu, melainkan surga wajib baginya.” (HR
Muslim)
10.
Pergi Shalat ke Masjid
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
salam juga bersabda, “Barangsiapa yang pergi ke masjid atau pulang dari
masjid, niscaya Allah akan persiapkan baginya nuzul di dalam surga setiap kali
dia pergi dan pulang.” (HR Bukhari dan Muslim)
Imam an-Nawawi berkata, “Nuzul
adalah makanan pokok, rizki dan makanan yang dipersiapkan untuk tamu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar