Pages

Pages

Sabtu, 23 Maret 2013

makalah : islam di Indonesia



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Agama islam adalah ajaran yang di turunan kepada Nabi Muhammad . Berkembang pertama di Saudi Arabia dan akhirnya meluas ke negara-negara lainnya termasuk Indonensia. Dimulai banyaknya para pedagang asing di Sumatra dan Jawa pada abad ke 1-7. Bersamaan dengan itu, datang para pedagang dari Timur Tengah. Mereka tidak hanya menjajakan dagangan tetapi juga menyebarkan agama islam. Penyebaranny pun dilakukan dengan berbagai cara.

      1.2 Rumusan Masalah
            1. Apa saja teori penyebaran agama islam di indonesia?
            2. Bagaimana proses penyebaran agama islam di indonesia?
3. Kerajaan apa saja yang ikut serta dalam penyebaran agama islam di         indonesia?
4. Bagaimana kiprah ulama’ awal di indonesia?
1.3 Tujuan
       1. Untk mengetahui teori penyebaran islam di Indonesia
            2. Untuk mengetahui proses penyebaran agama islam di indonesia
3. Untuk mengetahui kerajan yang ikut serta dalam penyebaran agama   islam di indonesia
4. Untuk mengetahui kiprah awal ulama’ di Indonesia
1.4 Manfaat
1. memberi informasi tentang masuknya agama islam di Indonesia
2. mengetahui sejarah tentang islam

















BAB II
PEMBAHASAN

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifah. Dibawah kepemimpinan para khalifah, agama Islam mulai disebarkan lebih luas lagi. Sampai abad ke-8 saja, pengaruh Islam telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol. Kemudian pada masa dinasti Ummayah, pengaruh Islam mulai berkembang hingga Nusantara.
Sejarah mencatat, kepulauan-kepulauan Nusantara merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Hal tersebut membuat banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia datang ke Nusantara untuk membeli rempah-rempah yang akan dijual kembali ke daerah asal mereka. Termasuk para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Selain berdagang, para pedagang muslim tersebut juga berdakwah untuk mengenalkan agama Islam kepada penduduk lokal.

2.1  Teori-Teori Masuknya Islam ke Indonesia
Menurut beberapa sejarawan, agama Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang muslim. Meskipun begitu, belum diketahui secara pasti sejak kapan Islam masuk ke Indonesia karena para ahli masih berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Setidaknya ada tiga teori yang mencoba menjelaskan tentang proses masuknya Islam ke Indonesia yaitu:
1.        Teori Gujarat, Teori yang dipelopori oleh Snouck Hurgronje ini menyatakan bahwa agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari Kambay (Gujarat), India.
2.        Teori Persia, Teori ini dipelopori oleh P.A Husein Hidayat. Teori Persia ini menyatakan bahwa agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Persia (sekarang Iran) karena adanya beberapa kesamaan antara kebudayaan masyarakat Islam Indonesia dengan Persia.
3.        Teori Mekkah(Arab), Teori ini adalah teori baru yang muncul untuk menyanggah bahwa Islam baru sampai di Indonesia pada abad ke-13 dan dibawa oleh orang Gujarat. Teori ini mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dari Mekkah (arab) sebagai pusat agama Islam sejak abad ke-7. Teori ini didasari oleh sebuah berita dari Cina yang menyatakan bahwa pada abad ke-7 sudah terdapat sebuah perkampungan muslim di pantai barat Sumatera.
Sebuah batu nisan berhuruf Arab milik seorang wanita muslim bernama Fatimah Binti Maemun yang ditemukan di Sumatera Utara dan diperkirakan berasal dari abad ke-11 juga menjadi bukti bahwa agama Islam sudah masuk ke Indonesia jauh sebelum abad ke-13.

2.2  Proses Penyebaran Islam di Indonesia
Proses penyebaran islam ke Indonesia dilakukan secara damai dengan cara menyesuaikan diri dengan adat istiadat penduduk lokal yang telah lebih dulu ada. Ajaran-ajaran Islam yang mengajarkan persamaan derajat, tidak membeda-bedakan si miskin dan si kaya, si kuat dan si lemah, rakyat kecil dan penguasa, tidak adanya sistem kasta dan menganggap semua orang sama kedudukannya dihadapan Allah telah membuat agama Islam perlahan-lahan mulai memeluk agama Islam.
Proses penyebaran Islam ke Indonesia dilakukan secara damai dan dilakukan dengan cara- cara sebagai berikut :
1.    Melalui Cara Perdagangan
Indonesia dilalui oleh jalur perdagangan laut yang menghubungkan antara China dan daerah lain di Asia. Letak Indonesia yang sangat strategis ini membuat lalu lintas perdagangan di Indonesia sangat padat karena dilalui oleh para pedagang dari seluruh dunia termasuk para pedagang muslim. Pada perkembangan selanjutnya, para pedagang muslim ini banyak yang tinggal dan mendirikan perkampungan islam di Nusantara. Para pedagang ini juga tak jarang mengundang para ulama dan mubaligh dari negeri asal mereka ke nusantara. Para ulama dan mubaligh yang datang atas undangan para pedagang inilah yang diduga memiliki salah satu peran penting dalam upaya penyebaran Islam di Indonesia.
2.    Melalui Perkawinan
Bagi masyarakat pribumi, para pedagang muslim dianggap sebagai kelangan yang terpandang. Hal ini menyebabkan banyak penguasa pribumi tertarik untuk menikahkan anak gadis mereka dengan para pedagang ini. Sebelum menikah, sang gadis akan menjadi muslim terlebih dahulu. Pernikahan secara muslim antara para saudagar muslim dengan penguasa lokal ini semakin memperlancar penyebaran Islam di Nusantara.
3.    Melalui Politik
Masyarakat Indonesia memiliki kepatuhan yang tinggi kepada Raja, dan seorang Raja selalu menjadi panutan bahkan menjadi contoh bagi rakyatnya. Sehingga ketika Raja memeluk agama Islam, maka rakyat akan turut masuk islam. Dengan begitu, kepentingan politik dilakukan dengan cara perluasan wilayah kerajaan yang diikuti dengan penyebaran agama islam.
4.    Melalui Pendidikan
Pengajaran dan pendidikan Islam mulai dilakukan setelah masyarakat islam terbentuk. Pendidikan dilakukan di pesantren ataupun di pondok yang dibimbing oleh guru agama, ulama, ataupun kyai. Para santri yang telah lulus akan pulang ke kampung halamannya dan akan mendakwahkan Islam di kampung masing-masing.
5.    Melalui Tasawuf
Seseorang yang ahli tasawuf disebut dengan Sufi yang biasanya mempunyai keahlian yang mampu membantu masyarakat dalam menyembuhkan penyakit, dll. Dengan kemampuan tersebut, islam dapat dengan mudah disiarkan dan diajarkan dikalangan masyarakat dan mudah diterima oleh mereka.
6.    Melalui Kesenian
Wayang adalah salah satu sarana kesenian untuk menyebarkan islam kepada penduduk lokal. Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh terpandang yang mementaskan wayang untuk mengenalkan agama Islam. Cerita wayang yang dipentaskan biasanya dipetik dari kisah Mahabrata atau Ramayana yang kemudian disisipi dengan nilai-nilai Islam.

2.3  Penyebaran Islam Melalui Kekuasaan/Kerajaan Islam yang berkembang di Indonesia
1)   Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam yang pertama kali berdiri di Indonesia. Kerajaan Samudera Pasai yang terletak di Lhokseumawe berdiri pada abad ke-13. Raja pertama Samudera Pasai adalah Sultan Malik Al Saleh yang memerintah hingga tahun 1297. Sepeninggal Sultan Malik Al Saleh, Samudera Pasai diperintah oleh Sultan Malik Al Tahir. Pada masa pemerintahannya Samudera Pasai berkembang menjadi daerah perdagangan dan penyebaran Islam.
Banyak pedagang muslim Arab dan Gujarat yang tinggal di Samudera Pasai sehingga Samudera Pasai berperan besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia.
Perkembangan Kerajaan Samudera Pasai didorong beberapa faktor yaitu:
1.      Letak Samudera Pasai strategis di tepi selat Malaka.
2.      Melemahnya kerajaan Sriwijaya yang menyebabkan Samudera Pasai berkesempatan untuk berkembang.
3.      Samudera pasai selanjutnya diperintah oleh Sultan Ahmad. PADA masa ini terjalin dengan kesultanan Dehli di India yang dibuktikan dengan kedatangan Ibnu Batutah di Samudera Pasai tahun 1345 kerajaan Samudera Pasai akhirnya mengalami kemunduran sepeninggal Sultan Ahmad. Hal ini disebabkan oleh terdesaknya perdagangan Samudera Pasai oleh Malaka.

2)   Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh berdiri pada awal abad ke-16 yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah setelah berhasil melepaskan diri dari kerajaan Pedir. Beberapa faktor yang mendorong berkembangnya kerajaan Aceh, antara lain:
1.    Jatuhnya Malaka dalam kekuasaan Portugis tahun 1511.
2.    Letak kerajaan Aceh sangat strategis pada jalur perdagangan internasional.
3.    Kerajaan Aceh mempunyai pelabuhan dagang yang ramai dan menjadi pusat agama Islam.
Kerajaan Aceh akhirnya mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Wilayah kekuasaan kerajaan Aceh bertambah luas hingga ke Deli, Nias, Bintang, Johor, Pahang, Perah dan Kedah. Dalam upayanya memperluas wilayah ternyata diikuti dengan upacara penyebaran agama Islam sehingga daerah-daerah yang dikuasai Kerajaan Aceh akhirnya menganut agama Islam.
Corak pemerintahan kerajaan Aceh memiliki ciri khusus yang didasarkan pemerintahan sipil dan agama. Hukum adat dijalankan berlandaskan Islam yang disebut Adat Maukta Alam. Setelah Sultan Iskandar Muda meninggal Aceh mengalami kemunduran karena :
1.    Tidak ada raja-raja yang mampu mengendalikan daerah Aceh yang demikian luas.
2.    Timbulnya pertikaian antara golongan bangsawan (teuku) dan golongan ulama (teuku).
3.    Timbulnya pertikaian golongan ulama yang beraliran Syiah dan Sunnah Wal Jamaah.
4.    Banyak daerah yang melepaskan diri seperti Johong, Pahang, Perlak, Minangkabau dan Syiak.
5.    Mundurnya perdagangan karena selat Malaka dikuasai Belanda (1641).

3)   Kerajaan Demak
Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah pada akhir abad 15, setelah berhasil melepaskan diri dari pengaruh kerajaan Majapahit. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama yang berdiri di Pulau Jawa.
Pada masa pemerintahan Raden Patah, Demak mengalami perkembangan pesat.
Faktor-faktor pendorong kemajuan kerajaan Demak adalah :
1.    Runtuhnya kerajaan Majapahit.
2.    Letak Demak strategis di daerah pantai sehingga hubungan dengan dunia luar menjadi terbuka.
3.    Pelabuhan Bergota di Semarang merupakan pelabuhan ekspor impor yang sangat penting bagi demak.
4.    Demak memiliki sungai sebagai penghubung daerah pedalaman.
Kerajaan Demak dengan bantuan wali sanga berkembang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa pada masa inilah Masjid Agung Demak dibangun. Ketika Malaka. Dikuasai Portugis, Demak merasa dirugikan sehingga pasukan Demak yang dipimpin Pati Unus dikirim untuk menyerang Portugis di Malaka tahun 1513, tetapi mengalami kegagalan. Pati Unus kemudian terkenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor.

4)   Kerajaan Pajang
Kerajaan pajang didirikan oleh Joko Tingkir yang telah menjadi raja bergelar Sultan Hadiwijaya. Pada masa pemerintahannya, kerajaan mengalami kemajuan. Pengganti Sultan Hadiwijaya adalah putraya bernama pangeran Benowo. Pada masa pemerintahannya, terjadi pemberontakan Arya Pangiri (Putra Sultan Prawoto). Akan tetapi pemberontakan tersebut dapat ditumpas oleh Sutawijaya (Putra Ki Ageng Pemanahan). Pangeran Benowo selanjutnya menyerahkan pemerintahan Pajang kepada Sutawijaya. Sutawijaya kemudian memindahkan pemerintahan Pajang ke Mataram.

5)   Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan Mataram Islam berdiri tahun 1586 dengan raja yang pertama Sutawijaya yang bergelar Panembahans Senopati (1586-1601). Pengganti Penembahan Senopati adalah Mas Jolang (1601 – 1613). Dalam usahanya mempersatukan kerajaan-kerajaan Islam di Pantai untuk memperkuat kedudukan politik dan ekonomi Mataram. Mas Jolang gugur dalam pertempuran di Krapyak sehingga dikenal dengan nama Panembahan Seda Krapyak.
Kerajaan Mataram kemudian diperintah Sultan Agung pada masa inilah Mataram mencapai puncak kejayaan. Wilayah Mataram bertambah luas meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat kemajuan yang dicapai Sultan Agung meliputi :
1.         Bidang Politik
Sultan Agung berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa dan menyerang VOC di Batavia. Serangan Mataram terhadap VOC dilakukan tahun 1628 dan 1929 tetapi gagal mengusir VOC karena :
a.    Jaraknya terlalu jauh yang mengurangi ketahanan prajurit Mataram.
b.   Kekurangan persediaan makanan.
c.    Pasukan Mataram kalah dalam persenjataan dan pengalaman perang.
2.         Bidang Ekonomi
Kerajaan Mataram mampu meningkatkan produksi beras dengan memanfaatkan beberapa sungai di Jawa sebagai irigasi.
3.         Bidang Sosial Budaya
Munculnya kebudayaan kejawen yang merupakan kebudayaan asli Jawa dengan kebudayaan Islam Sultan Agung berhasil menyusun Tarikh Jawa. Ilmu pengetahuan dan seni berkembang pesat, sultan Agung mengarang kita sastra Gending Nitisruti dan Astabrata.
Sepeninggal Sultan Agung tahun 1645, kerajaan mataram mengalami kemunduran sebab penggantinya cenderung bekerjasama dengan VOC.

6)   Kerajaan Cirebon
Kerajaan Cirebon didirikan Fatahillahs setelah menyerahkan Banten kepada putranya. Pada masa pemerintahan Fatahillah (Sunan Gunung Jati) perkembangan agama Islam di Cirebon mengalami kemajuan pesat. Pengganti Fatahillah setelah wafat adalah penembahan Ratu, tetapi kerajaan Cirebon mengalami kemunduran. Pada tahun 1681 kerajaan Cirebon pecah menjadi dua, yaitu Kasepuhan dan Kanoman.

7)   Kerajaan Makasar
Kerajaan Makasar yang berdiri pada abad 18 pada mulanya terdiri dari dua kerajaan yaitu kerajaan Gowa dan Tallo (Gowa Tallo) yang beribu kota di Sombaopu. Raja Gowa Daeng Maurabia menjadi raja Gowa Tallo bergelar Sultan Alaudin dan Raja Tallo Karaeng Matoaya menjadi patih bergelar Sultan Abdullah.
Kerajaan Gowa Tallo (Makasar) akhirnya dapat berkembang menjadi pusat perdagangan yang didorong beberapa faktor, antara lain :
a.         Letaknya strategis yang menghubungkan pelayaran Malaka-Jawa-Maluku.
b.         Letaknya di muara sungai yang memudahkan lalu lintas perdagangan antar daerah pedalaman.
c.         Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis yang mendorong para pedagang mencari pelabuhan yang    memperjual belikan rempah-rempah.
d.        Kemahiran penduduk Makasar dalam bidang pelayaran dan pembuatan kapal.

8)   Kerajaan Ternate
Kerajaan Ternate berdiri pada abad ke-13 yang beribu kota di Sampalu. Agama Islam mulai disebarkan di Ternate pada abad ke-14. pada abad ke-15 Kerajaan Ternate dapat berkembang pesat oleh kekayaan rempah-rempah terutama cengkih yang dimiliki Ternate dan adanya kemajuan pelayaran serta perdagangan di Ternate.
Ramainya perdagangan rempah-rempah di Maluku mendorong terbentuknya persekutuan dagang yaitu:
a.       Uli Lima (Persekutuan Lima) yang dipimpin Kerajaan Ternate.
b.      Uli Syiwa (Persekutuan Sembilan) yang dipimpin kerajaan Tidore.
Kerajaan Ternate mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Baabullah. Pada saat itu wilayah kerajaan Ternate sampai ke daerah Filipina bagian selatan bersamaan pula dengan penyebaran agama Islam. Oleh karena kebesarannya, Sultan Baabullah mendapat sebutan “Yang dipertuan” di 72 pulau.

9)   Kerajaan Tidore
Kerajaan Tidore berdiri pada abad ke-13 hampir bersamaan dengan kerajaan Ternate. Kerajaan Tidore juga kaya rempah-rempah sehinga banyak dikunjungi para pedagang. Pada awalnya Ternate dan Tidore bersaing memperebutkan kekuasaan perdagangaan di Maluku. Lebih-lebih dengan datangnya Portugis dan Spanyol di Maluku. Akan tetapi kedua kerajaan tersebut akhirya bersatu melawan kekuasaan Portugis di Maluku.
Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku. Pada masa pemerintahannya berhasil memperluas daerahnya sampai ke Halmahera, Seram dan Kai sambil melakukan penyebaran agama Islam.

2.4  Kiprah Ulama di Nusantara
Dalam perkembangan islam di Indonesia tidak lepas dari pengaruh tokoh-tokoh islam yang banyak berperan didalamnya, diantaranya adalah:
1.      Hamzah Fansury
Hamzah Fansury lahir di sumatra utara, dikenal sebagai tokoh tasawuf dari Aceh. Tokoh sufi ini terkenal sebagai pembawa paham Wahdatul Wuju, yang diambil dari pemikiran Ibnu Arabi.
            Hamzah Fansury banyak meakukan pengembaraan di berbagai wilayah sampai akhirnya meneap di Aceh. Pengembaraannya itu bertujuan untuk mancapai ma’rifat kepada Allah.
            Hamzah Fansury adalah peletak dasar bahasa meayu sebagai bahasa keempat di dunia islamsetelah bahasa Arab, Persi, dan Turki.
            Hamzah Fansury mulai menulis pada masa Sultan Alaudin dan hampir semua karyanya dijadikan sebagai sarana mempopulerkan ajaran Wahdatul Wujud. Tapi  ditentang oleh Nuruddin Ar Raniri karena dianggap menyebarkan agama patheisme. Aspek yang sering diangkat adalah tasybih (kemiripan) antara Tuhan dan Alam yang diciptakan. Selain itu aspek tanzih (perbedaan).
2.      Syamsuddin As-Sumatrani
Syamsuddin As-Sumatrani juga tokoh tasawuf  dari Aceh. Syamsuddin As-Sumatrani adalah murid dari Hamzah Fansuryyang juga menganut Wahdatul Wujud. Tapi aliran Syamsuddin As-Sumatrani berbeda dengan Hamzah Fansury. Hamzah Fansury adalah tokoh sufi pencari Tuhan atas dorongan  batin, sedangkan Syamsuddin As-Sumatrani seorang sufi yang lebih merasakan kebutuhan mengenali hakikat dari segala sesuatu.
Dan karena paham yang di anut oleh Syamsuddin As-Sumatrani bertentangan dengan  Nuruddin Ar Raniri aibatnya karya-karya Syamsuddin As-Sumatrani dibakar oleh Nuruddin Ar Raniriatas perintah Sultan Iskandar Sani.
3.      Nuruddin Ar-Raniri
Nuruddin Ar-Raniri merantau ke Nusantara dan memilih Aceh sebagai tempat tinggal. Datang di Aceh tanggal 31 Mei 1637. Terkenal seorang ulama dan penulis yang produktif. Pada setiap tulisannya ia selalu menyebutkan sumber pegambilan untuk memperkuat argumenyang dipaparakan. Tulisannya meliputi berbagai cabang.
Nuruddin Ar-Raniri mendapat tugas sebagai muftikerajaan Aceh pad masa sultan Iskandar Sani. Posisi penting  ini menjadikan leluasa untuk menerangkan kesesatan ajaran Wahdatul Wujud. Ditambah lagi ia juga menerbitkan karyanya untuk menyanggah pendapat paham wujudiyyah.
4.      Nawawi Al-Bantani
Nawawi Al-Bantani adalh salah satu turunan dari penguasa kerajaan Banten, Sultan Hasanuddin, putra Syarif Hidayatullah. Umur 18 tahun teah menjadi Hafidz dan menguasai berbagai ilmu agama. Pendapat-pendapatnya lebih bercorak ahlussunnah wal Jamaah.
Nawawi Al-Bantani banyak mendapat kehormatan untuk menjadi imam besar Masjidil Haram, Sayid Ulama’ al-Hejaz , Mufti dan Faqih, walaupun begitu beliau tetap sederhana.
Karena kecerdasan ilmu agamanya selam 30 tahun ,ia menyampaikan pengajian di Masjidil Haram setiap harinya.  Murid-murid dari Indonesia diantaranya: KH Kholil (Bangkalan) dan KH Hasyim Asy’ari (jombang)
5.      Syekh Ahmad Khatib As-Sambasi
Syekh Ahmad Khatib As -Sambasi seorang ahli tarekat dan mendirikan Qodiriyah Naqsabandiyahyang banyak dijumpai di Nusantara. ia mengabdikan hidunya dan mendedikasikan ilmunya untuk menjadi guru sampai ia wafat.
Kitab Fath al-‘arifin adalah karya Syekh Ahmad Khatib As –Sambasi yang terkenal dan membawa pengaruh kuat terhadap praktik sufisme.
















BAB III
PENUTUP
            3.1 Kesimpulan
Menurut beberapa sejarawan, agama Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang muslim. Meskipun begitu, belum diketahui secara pasti sejak kapan Islam masuk ke Indonesia karena para ahli masih berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Setidaknya ada tiga teori yang mencoba menjelaskan tentang proses masuknya Islam ke Indonesia, yaitu teori gujarat, teori persia, dan teori mekkah.
Proses penyebaran islam ke Indonesia dilakukan secara damai dengan cara menyesuaikan diri dengan adat istiadat penduduk lokal yang telah lebih dulu ada. Hal itu dilakukan melalui perdagangan, perkawinan, politik, pendidikan, tasawuf dan kesenian.
Melalui kekuasaan, islam berkembang seiring dengan adanya kerajaan-kerajaan islam, yaitu kerajaan Samudera Pasai, kerajaan Demak, dan kerajaan Mataram, dll.
Berikut merupakan lintas peristiwa dari proses masuknya Islam di Indonesia :
651 M
Kehadiran seorang duta dari Ta Shih (Arab). Empat tahun kemudian pemimpin dinasti Tang juga menerima kehadiraan duta Tan-mo-mi-ni(Amirul Mukminin)
671 M
Kaum muslimin Arab dan Persia tinggal di Bhoga (ibukota kerajaan Sriwijaya)
674 M
Adanya komunitas muslim Arab di Nusantara, tepatnya di pantai Sumatra.
1211 M
Penanggalan pada batu nisan makam sultan Sulaiman menjadi bukti adanya islam di Sumatra
1297 M
Sultan Malik al-Saleh wafat, Raja pertama kerajaan Samudra Pasai. Angka tahun yang tertulis pada batu nian berteatan dengan tanggal 698 H
1405-1434 M
Samudra Pasai di pimpin penguasa dari kaum perempuan
1419 M
Angka tahun yang tertulis pada makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ia diakui sebagai penyebar islam pertama dipulau Jawa
1512-1513 M
Serangan Pati Unus gagal mengusi Bangsa Portugis dari Malaka
1521 M
Kerajaan Samudra Pasai dikuasai oleh bangsa Portugs
1546 M
Raja Demak, Sutan Trenggono meninggal dalam suatu penakhlukan di wilayah jawa timur. Dibawah kekuasaannyalah Demak mencapai wilayah terluas. Setelah Ia wafat, Demak berangsur-angsur menuju kemundura dan akhirnya runtuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar